Wednesday , 23 April 2014
Home » Teori Ekonomi Dasar » Pasar Persaingan Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna merupakan jenis pasar di mana tidak ada pelaku ekonomi yang mempunyai kekuasaan pasar (market power) terhadap harga suatu produk yang homogen. Pembeli (orang yang melakukan permintaan) maupun penjual (orang yang melakukan penawaran) tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga pasar. Mereka hanya bertindak sebagai pengambil harga (price taker) dan bukan sebagai pembuat harga (price maker) seperti pada pasar persaingan tidak sempurna, misalnya monopoli, oligopoli, maupun monopolistik.

Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna

Berikut ini beberapa ciri-ciri yang terdapat pada pasar persaingan sempurna:

  1. Jumlah pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di pasar sangat banyak, sehingga tingkat persaingan di pasar ini sangatlah tinggi.
  2. Barang yang ditawarkan di pasar ini umumnya homogen, yaitu produk sejenis.
  3. Pembeli dan penjual bebas untuk keluar atau masuk pasar. Tidak ada hambatan untuk masuk atau pun keluar dari pasar.
  4. Pembeli dan penjual tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah harga pasar. Mereka hanya sebagai pengambil harga yang terjadi di pasar.
  5. Informasi yang sempurna. Artinya adalah produsen dan konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna terhadap harga, utilitas, kualitas, dan metode produksi dari barang yang ada di pasar tersebut.

Keuntungan Maksimum Perusahaan Pada pasar Persaingan Sempurna

pasar persaingan sempurna

Sebelum membahas tentang keuntungan maksimum atau profit maximization, sebaiknya harus diketahui terlebih dahulu istilah-istilah yang terdapat pada kurva pasar secara umum, dan pasar persaingan sempurna secara khusus.

P = Price, yaitu harga barang tersebut di pasar

Q = Quantity, yaitu jumlah barang yang diproduksi

TR = Total Revenue = P x Q, yaitu jumlah penerimaan perusahaan dari penjualan barang

AR = TR / Q, yaitu rata-rata penerimaan atau perusahaan dari setiap produk yang terjual

MR = Marginal Revenue, yaitu penerimaan perusahaan dari setiap tambahan 1 unit barang yang terjual.

TC = Total Cost, yaitu total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang tersebut.

MC = Marginal Cost, yaitu tambahan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk penambahan 1 unit barang.

ATC = Average Total Cost = TC / Q, yaitu biaya rata-rata untuk memproduksi setiap barang

FC = Fixed Cost, yaitu biaya tetap perusahaan, yang tidak berubah nilainya walaupun jumlah produksi (Q) meningkat

VC = Variable Cost, yaitu biaya yang meningkat seiring dengan peningkatan produksi

AVC = Average Variable Cost, yaitu biaya variabel rata untuk memproduksi 1 barang

Jadi, pada pasar persaingan sempurna, perusahaan mendapatkan keuntungan maksimum saat MR = MC, seperti terlihat pada grafik diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>